Merasa Insecure? Berikut Tips Menghilangkan Rasa Rendah Diri

Sebenarnya saya sendiri sering mengalami insecure terhadap diri sendiri. Semenjak di masa tingkat akhir perkuliahan, saya sering membandingkan diri saya dengan orang lain. Bahkan terkadang merasa seperti orang yang tidak bisa apa-apa dan tidak berguna di dunia ini.

Jujur saya tidak yakin apakah cara ini cocok untuk dilakukan orang lain. Karena saya melakukannya hanya berdasarkan insting hehe. Tapi tidak ada salahnya jika kamu ingin mencobanya.

  • Sebuah peristiwa/kondisi tidak hanya memiliki satu sisi. Saya kasih analogi sederhana. Petinju A mampu menerima banyak pukulan dan Petinju B mampu menerima satu pukulan saja. Mana kah yang beruntung? tentu saja Petinju B karena tidak merasakan sakit yang bertubi-tubi. Lalu apakah Petinju A rugi? jika kita melihat rasa sakit yang dia terima tentu saja dia lebih dirugikan. Tapi manakah petinju yang lebih kuat? Sudah jelas Petinju A. Apa maksudnya? Setiap peristiwa/kondisi yang kita terima itu tidak hanya memiliki satu sisi yang buruk. Selalu ada hal baik dari sebuah kondisi buruk yang kita alami. Mungkin agar kamu menjadi orang yang lebih sabar, atau punya mental yang lebih kuat, atau agar bisa menggali potensimu lebih jauh, dan masih banyak sisi positif yang sebenarnya selalu beriringan dengan kondisi yang sulit. Coba untuk sering mencari sisi positif di setiap kondisi yang membuatmu insecure.
  • Bersyukur itu penting. Ya, saya kira mungkin kita sudah sama-sama paham bahwa di dalam hidup harus selalu bersyukur. Tapi pada kenyataanya kita sering kesusahan melakukannya karena dibutakan oleh sebuah masalah dan kekurangan yang menyulitkan. Memang kita memiliki kekurangan, memang kita memiliki kesalahan, memang kita belum berhasil, memang kita tidak seberuntung orang lain, dan masih banyak memang-memang lainnya. Tapi apakah itu sebanyak nikmat dari tuhan yang kita terima? sampai saat ini saya masih belum bisa menghitung nikmat yang saya dapat, masih terlalu banyak. Perbandingannya tidak seberapa dengan kekurangan yang saya rasakan. Jadi, saat kita merasa insecure, ingat-ingat lagi nikmat dan anugerah di sekitar kita. Banyak sekali kok dari hal sederhana seperti bernafas hingga hal besar kita masih merasakan kesempatan untuk hidup. Kondisi kita tidak seburuk apa yang kita pikirkan dan takutkan. Jadi bersyukurlah atas anugerah yang kita miliki.
  • Jangan berhenti dan hanya diam. Kenapa aku tidak bisa seperti dia? kenapa aku tidak memiliki kelebihan? kenapa aku selalu salah? pertanyaan-pertanyaan seperti itu sering berputar-putar di kepala sampai membuat kita bingung dan terdiam. Kamu harus menghadapinya, tidak memberikan manfaat jika kamu hanya diam memikirkannya terus menerus. Coba lakukan hal positif yang bermanfaat dan bisa membuat dirimu lebih baik. Seperti melatih kelebihan/kemampuan yang kamu miliki, mengikuti pelatihan pengembangan skill, mengikuti kegiatan sosial, mengikuti seminar online, belajar bahasa asing atau hal-hal positif lainnya. Kemudian, jika kamu bisa menemukan sumber dari munculnya perasaan inscure itu coba lah untuk menjauhinya. Baik itu media sosial, lingkungan pertemanan, atau sumber-sumber lainnya yang mengganggu kesehatan mentalmu. Intinya jangan hanya diam saja merasa pasrah jika perasaan insecure terhadap diri sendiri itu muncul.
  • Apresiasi dan hargai lah dirimu sendiri. Disaat kita insecure sebenarnya kita kurang bisa menghargai diri sendiri. Jika kamu sudah berusaha dan belum berhasil, kamu sudah mendapatkan satu langkah lebih jauh dibanding kemarin. Apresiasi dirimu atas pencapaian itu. Bahkan dihadapkan sebuah kondisi yang menurutmu sulit juga sebuah pencapaian, buktinya tuhan mempercayakanmu untuk menerima itu. Jadi jangan anggap dirimu penuh dengan kekurangan. Dan jangan bandingkan dengan orang lain, itu sama saja kamu menginjak-injak dirimu sendiri. Seperti petinju yang sudah saya jelaskan sebelumnya, bukan berarti kamu seburuk apa yang kamu pikirkan kok, kamu masih lebih baik dari itu. Apresiasi, hargai, dan sayangi dirimu lebih baik.

Itu lah beberapa cara yang saya lakukan. Sampai saat ini saya juga masih jatuh bangun untuk melakukannya. Sebenarnya tidak semata-mata semanis yang saya sampaikan, tapi paling tidak sejauh ini saya mulai merasakan manfaatnya bisa menghadapi perasaan inscure terhadap diri sendiri. Oh ya, sekali lagi bukan berarti ini cara yang akan cocok dilakukan oleh semua orang, karena setiap orang punya cara yang berbeda-beda. Tapi yang terpenting jangan menyerah dengan kondisimu! kamu bisa melewatinya dan menjadi lebih baik!

Semoga bermanfaat

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menghadapi Rasa Bosan: Ide-ide Kreatif untuk Mengisi Waktu Luang di Rumah

Memulai Karir sebagai Freelancer: Apa yang Perlu Kamu Ketahui

10 Tips Produktivitas untuk Milenial di Tahun 2024