Tips Cara Putuskan Kemiskinan Karena Keturunan

Mulai dari mengatasi mental block anda dulu, atau mindset. Jadi banyak orang miskin tidak menyadari, mindset mereka sudah miskin dari lahir, sudah dibentuk untuk miskin seumur hidup. Merasa tidak mampu, merasa tidak layak menjadi kaya, merasa tidak mungkin. Lalu denial dengan memandang orang kaya itu jahat, orang kaya itu egois, orang kaya itu banyak dosa.  Namun bagaimana putuskan kemiskinan karena keturunan? berikut adalah beberapa tips yang mungkin bisa membantu anda untuk meningkatkan taraf hidup menjadi lebih baik dan keluar dari zona kemiskinan :

Waktu sekolah:

  • Pilih-pilihlah teman di sekolah khususnya yang kaya, buat dirimu berharga di mata mereka dengan cara kamu bagikan ilmu. Artinya kamu harus pintar, meski miskin. Kalau miskin terus minim prestasi, maka semua orang melihatmu sebagai beban. Begitu kamu terhitung sebagai beban, hasilnya kamu menutup koneksi yang bisa dibangun semasa sekolah/kuliah. Akhirnya kamu berteman dengan sesama anak orang miskin karena merasa "selevel", ya kalian gak bisa saling narik keluar dari kemiskinan. Biarlah anak orang miskin lain, mencari caranya bergaul ke anak orang kaya lainnya.
  • Kuliah minimal D3, usahakan S1. Bikin koneksi, ikuti aktivitas yang memberikan exposure ke dunia profesional, misalkan AIESEC atau Palang Merah. Klub-klub yang tidak berhubungan dengan dunia kerja itu jadi prioritas terakhir saja, misal perkumpulan mahasiswa agama ABC, klub olahraga, ingat waktu dan uangmu terbatas.
  • Tidak semua jurusan diciptakan seimbang. Cari yang berhubungan dengan teknik (minimal IT), anak teknik asalkan hidupnya lurus-lurus jarang ada yang melarat. Bukannya menghina jurusan lain, tapi ya cerita zero to hero emang paling banyak dari fakultas teknik. Teknik elektro Low current/arus lemah menurut saya masih underrated dan punya potensi besar.
  • Beli 2 jaket/sweater, supaya kalau kemeja seragam SMAmu sudah jelek bisa ditutupi dan gak malu-maluin.
  • Belajar 3 skill, skill pertama untuk tujuan karir utamamu (jurusan kuliah), skill kedua untuk cari sampingan, misalkan saya belajar otomotif untuk memangkas pengeluaran otomotif dan iseng nyari sambilan, tapi bisa juga kamu belajar mengecat, reparasi komputer, ponsel, dan lainnya. Skill kedua akan sangat berguna kalau anda putus sekolah (meski saya tetap sarankan untuk lanjut sekolah di usia tua). Jangan selalu cuma ingin usaha modal nol skill seperti dropshipping, atau cuma modal copas ke medsos macam twitter atau IG kayak yang sekarang kamu lakukan, sainganmu udah terlalu banyak. Skill ketiga adalah skill untuk entertainment dan sosial, misalkan main musik, kalau saya pribadi memilih content creating dan biliar, karena selalu terpakai untuk entertain orang-orang di dunia tambang.

Waktu kerja:

  • Jangan punya anak kalau belum bisa beli asuransi untuk orangtua, kamu akan habis-habisan begitu orangtua sakit tapi anak masuk sekolah. BPJS kesehatan itu tidak menanggung semua macam penyakit, misalkan waktu delta tahun lalu banyak orang bangkrut karena perawatan kopit dan rebutan perawatan medis. Pengeluaran anak bukan cuma makanan, tapi sekolah, kesehatan, dan pergaulan. Gimana mau bergaul kalau kamu tidak membelikan anak ponsel gaming, misalkan? Yang ada, anakmu dikucilkan. Lingkaran kemiskinan berulang kembali.
  • Belajar untuk mengamati cara atasanmu menjalankan bisnis. Jadi penjaga kasir toko roti misalkan, kamu pelajari berapa banyak roti yang dibuat, roti tipe apa yang dibuat (dan alasannya kenapa), tiap hari apa saja cari bahan, cari tahu di tokped harga bahan-bahan tersebut berapa, keuntungannya berapa, dan ke siapa target market toko rotinya. Jangan cuma main hape pas gak ada pengunjung!
  • Jangan menikah apalagi punya anak kalau belum mampu menghidupi diri sendiri dengan standar masyarakat menengah (bukan makan nasi telor doang), dan belum mampu menabung. Jangan dengerin kata kaum mendang-mending "wah gw hidup di kosan sama istri dan anak cukup kok", kamu pengen memutuskan rantai kemiskinan, mereka kagak.
  • DRESS WELL, JANGAN KAYAK GEMBEL PLIS. DRESS WELL BUKAN BERARTI MAHAL, TAPI RAPI DAN KELIATAN INTELEK. Mulailah dari memperbaiki HAIRSTYLE. Emang inilah ironi dunia, orang miskin harus berpenampilan bagus supaya lebih kredibel dan intelek, orang kaya berpenampilan sebaliknya supaya gak dimintain ini itu.
  • Mulai bisnis sampingan sedini mungkin. Pulang kerja buka jasa reparasi ponsel atau ganti baterai di kos-kosan, target marketnya teman-temanmu, dll. Mau jualan online juga boleh, jadi pulang kerja kamu packing dan drop di gerai penyedia jasa kurir.
  • Jangan pindah kerja cuma karena gaji, pindah kerja ke posisi yang dapat membuatmu cepat naik. Kisi-kisi dari saya, cari perusahaan multinasional yang baru berekspansi ke Indonesia, tapi backingannya besar di luar negeri. Perusahaan seperti ini biasanya jalan tol untuk naik posisi, karena ekspansi perusahaan yang cepat, dan begitu kamu punya reputasi yang bagus, maka karirmu juga cepat. Pizzamu besar, dan tidak perlu bagi-bagi ke orang lain.
  • Jangan pernah punya anak dini dengan mental supaya anak sudah mandiri ketika kamu pensiun, karena ini mental pekerja dan punya resiko mengulangi kemiskinan, saat kamu pensiun belum tentu anakmu mandiri dan belum tentu kamu punya duit saat pensiun. Punya anak telat tidak apa-apa, tujuannya adalah ketika anak masuk kuliah, bisnis sampinganmu sudah berjalan.
  • Jangan beritahukan ulang tahunmu pada rekan kerja, jangan kepo ulang tahun rekan kerjamu, jangan ikut makan-makan gratis karena ada yang ulang tahun. Ini supaya kamu meminimalkan pengeluaran gak penting untuk makan-makan tiap kali ada yang ulang tahun. Sekali kamu ikutan, kamu punya kewajiban untuk nraktir saat kamu ultah. Ikutlah acara makan-makan ketika acara ini membuatmu lebih dekat pada higher up managements.
  • Jangan ikut-ikutan serikat buruh, seriusan saya kasih tau, kecuali kamu pengurus, ruginya lebih banyak ketimbang untungnya. Kamu dipancing untuk mengeluh dan tidak produktif, kenaikan karirmu lambat (manajemen akan marking kamu sebagai orang yang rewelan, coba lihat susunan pengurus serikat, rata-rata mentok supervisor. Tidak ada manajer, apalagi direktur di jajarannya), dan serikat buruh hampir tidak pernah menang lawan manajemen, karena kalau manajemen kalah telak maka perusahaan tutup, serikat buruh pun bubar.
  • Jangan pernah MINJEM DUIT, atau MEMINJAMKAN DUIT. Orang minjem karena punya masalah, kamu kasi pinjaman uang berarti kamu nerima masalah orang lain. Less problem is always better, baby.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menghadapi Rasa Bosan: Ide-ide Kreatif untuk Mengisi Waktu Luang di Rumah

Memulai Karir sebagai Freelancer: Apa yang Perlu Kamu Ketahui

10 Tips Produktivitas untuk Milenial di Tahun 2024