Sikap Perfeksionisme Itu Kelebihan Atau Kekurangan?
Nyatanya kita tidak bisa menghitam putihkan bahwa sikap perfeksionisme merupakan hal yang baik atau buruk, kelebihan atau kekurangan.
Perfeksionisme itu baik, namun diimbangi dengan kekurangannya. Dan kekurangannya ini sangat merepotkan.
Bagaimana sikap perfeksionisme memengaruhi kehidupan?
Umumnya setiap orang memiliki kecenderungan untuk melakukan semua hal dengan sempurna. Namun dengan standar dan batas yang berbeda-beda. Ada orang yang sebegitu inginnya agar semua hal berjalan dengan sempurna, dan itu merupakan pertanda bahwa orang itu adalah seorang perfeksionis.
Perfeksionis dapat membawa pengaruh baik, bahkan ada beberapa pekerjaan yang menuntut kesempurnaan dalam bekerja. Dokter, pilot, ilmuwan nuklir, arsitektur, data scientist misalnya. Mereka biasanya telaten dalam mengerjakan suatu hal. Dan sebisa mungkin meminimalisir bahkan meniadakan kesalahan yang mungkin mereka lakukan.
Memiliki sikap perfeksionis biasanya berpengaruh pada keadaan mental dan psikis seseorang. Seakan-akan setiap hari dituntut untuk melakukan semuanya dengan sempurna, bahkan pada hal yang kecil sekalipun. Bila sekali saja melakukan kesalahan atau menemukan kecacatan, mereka yang perfeksionis akan merasa ketakutan, cemas, dan stress. Yang pada akhirnya mendorong mereka untuk mengulang pekerjaan tersebut.
Hal ini sangat merepotkan bagi sebagian besar orang. Namun benar-benar suatu anugerah bagi orang yang mensyukuri perfeksionisme sebagai kelebihannya.
Jadi tergantung bagaimana kita menyikapi hal tersebut. Maka hal itu akan menjadi sesuatu yang baik atau buruk.
Ingatlah bahwa tidak semua hal akan dan harus berjalan sesuai keinginanmu. Tidak perlu dipaksakan. Berikan sedikit ruang untuk ketidaksempurnaanmu.
Komentar
Posting Komentar