10 hal inilah yang seharusnya tidak kita lakukan

 

Saya yakin, pengalaman hidup dan pengamatan terhadap sekitarnya membuat setiap orang memiliki jawaban masing-masing. Jawaban tersebut bisa jadi sama persis dengan jawaban orang lain.

Saya tuliskan berdasarkan persepsi, pengalaman dan pengamatan saya terhadap diri saya dan orang lain selama hampir 3 tahun terakhir ini.

10 hal inilah yang seharusnya tidak kita lakukan.

1. Tidak memiliki rencana hidup yang jelas

Semakin bertambahnya umur bukan ukuran bertambahnya kedewasaan dalam berpikir. Bahkan orang yang telah berumur 30an pun, masih ada yang kesulitan dalam menentukan rencana hidupnya. Jika kamu belum memiliki rencana hidup di usia 20an, rencanakan kehidupanmu mulai dari sekarang.

2. Tidak disiplin

Sisi lemah kebanyakan orang (apa lagi orang Indonesia) adalah ketidak-dispilinan mereka terhadap diri mereka sendiri. Saya akui. Termasuk saya. Saya sering menghadapi kondisi seperti ini. Hal-hal yang telah direncanakan di malam hari, begitu mudah dilupakan keesokan harinya. Rencana-rencana yang mulanya akan dilaksanakan pada hari itu, begitu mudahnya disimpan dan dibiarkan. Saya tahu. Harusnya saya tidak lakukan hal ini. ah…

3. Terlalu meremehkan kesalahan kecil

Apakah anda pernah berfikir kenapa sebagian orang bisa menderita stroke, diabetes atau serangan jantung? Atau seseorang yang divonis gagal ginjal? Ia menderita itu karena gaya hidupnya yang tidak sehat selama bertahun lamanya. Mungkin bagi dirinya minum-minuman beralkohol disertai dengan beberapa bungkus rokok tiap harinya adalah hal yang remeh dan kecil. Coba bayangkan jika ia lakukan itu selama 20 tahun, atau 10 tahun, bahkan seorang yang baru berusia 27 tahun sudah divonis gangguan fungsi hati dan paru-paru, gara-gara rutinitas merokoknya yang mungkin ia mulai sejak usia 20 tahun. Itu hanya contoh. Masih banyak contoh lain yang lebih sederhana.

4. Terlalu mudah memaafkan diri sendiri

Mudah memaafkan memang hal yang sangat baik. Apalagi memaafkan orang lain. Akan tetapi apa jadinya jika terlalu mudah memaafkan diri sendiri? Justru bisa jadi membuat bencana bagi anda. Mengapa bisa? Ketika anda terlalu mudah memaafkan diri anda sendiri, saat anda melakukan sebuah kesalahan kecil misalnya, anda akan merasa itu hal yang wajar. Jika anda sudah terbiasa memaafkan kesalahan kecil anda, bisa jadi kesalahan-kesalahan besar anda akan mudah anda maafkan. Akibatnya anda tidak akan berkembang karena selalu melakukan kesalahan-kesalahan yang sama. Maka, jangan sekali-kali anda lakukan!

5. Tidak memiliki tekad untuk memperbaiki kesalahan

Jika sudah menyadari bahwa anda telah melakukan sebuah kesalahan, baik itu kesalahan kecil atau besar yang berdampak pada kehidupan anda dan orang lain, sudah seharusnya anda memiliki tekad untuk memperbaiki kesalahan tersebut. Jika tidak, maaf. Saya tidak tahu orang jenis apa anda ini.

6. Tidak memiliki prinsip hidup yang kuat

Peribahasa mengatakan bahwa orang yang tidak memiliki prinsip hidup adalah seperti air di daun talas. Terombang-ambing, tidak jelas hidupnya, tidak memiliki pegangan hidup, rapuh, mudah terbawa arus, terkatung-katung dan selalu bergantung kepada orang lain. Jangan sekali-kali anda lakukan hal ini. Milikilah prinsip! Dalam hal apapun, dari sisi pergaulan, pendidikan, maupun sisi spiritualitas anda. Namun tentunya jangan sampai anda menjadi orang yang terlalu kaku dengan prinsip anda ya. Dinamis aja..

7. Tidak bisa memanfaatkan waktu

Begitu banyak orang yang menyia-nyiakan waktu di usia mudanya. Mereka melakukan hal yang tidak berguna, tidak produktif dan lebih parahnya tidak memanfaatkan waktu untuk berinvestasi di masa tuanya. Hanya sebagian kecil pemuda yang bisa memanfaatkan waktunya untuk berkarya dan bermanfaat bagi kehidupan orang banyak. Wah.. keren kan kalo kita bisa berkarya di usia muda. ^.^ Minimalnya kita manfaatkan waktu kita untuk melakukan hal bermanfaat bagi kita sendiri, baik untuk jangka pendek maupun jangka panjang. Hal bermanfaat yang bisa dilakukan (bagi anda yang muslim) selagi masih muda yaitu hadir di pengajian, belajar bahasa arab, memperlancar membaca Al Qur’an dan lain sebagainya.

8. Kepedulian yang rendah

Satu studi kasus berikut adalah cara sederhana untuk menguji apakah kita memiliki kepedulian ataukah tidak. “Saat anda berjalan-jalan santai di taman, apa yang akan anda lakukan saat melihat sebuah sampah plastik terhampar di hadapan anda? Apakah anda memiliki inisiatif untuk memungutnya dan membuangnya di tempat sampah? atau membiarkannya?”.

9. Tidak memiliki kedewasaan dalam bersikap

Ini terlihat jelas saat kita dirundung masalah yang pelik. Bagaimana kita menyikapi, serta bagaimana kita mencari solusi dari masalah-masalah tersebut. Jika kita cenderung sembunyi dan berlari dari masalah itu, berarti kita belum memiliki sikap yang dewasa. Dan itu tidak seharusnya kita lakukan!

10. Hanya ingin bersenang-senang

Kawan… jika kamu pikir hidup ini hanya untuk bersenang-senang, bagaimana mungkin kamu akan menjadi pribadi yang tangguh? Please jangan berpikir seperti itu! Percayalah! Pelaut yang handal itu tidak lahir dari ombak yang tenang.

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menghadapi Rasa Bosan: Ide-ide Kreatif untuk Mengisi Waktu Luang di Rumah

Memulai Karir sebagai Freelancer: Apa yang Perlu Kamu Ketahui

10 Tips Produktivitas untuk Milenial di Tahun 2024