Cara agar kulit wajah kita tidak terlihat kusam, padahal sudah menggunakan masker dan perawatan kulit secara rutin?
Hai. Kalau sudah rutin
perawatan tapi masih kusam, bisa saja karena ini:
1. Keliru memahami soal penggunaan skincare
2. Banyak kulit mati yang menumpuk
3. Jarang double cleansing atau
bahkan deep cleansing.
4. Terlalu sering terpapar asap rokok dan sinar
ultraviolet
5. Metabolisme tubuh terganggu (diet yang tidak
baik dan pola tidur yang buruk)
Kita bahas satu-satu yaa
A. Keliru memahami
tentang cara penggunaan skincare.
o Paling sering itu keliru pakai skincare—karena
ikut-ikutan tren . Coba pahami
dulu kebutuhan kulit kamu apa, jangan asal ikut tren. Misal ikut tren 10
langkah ala orang Korea, yang notabene kamu tinggal di daerah
tropis—sumuk pastinya. Mereka butuh 10 langkah karena disana udaranya lebih
dingin dan kering. Kulit yang kering jika tertarik itu perih, digaruk gampang
luka, dan garis-garis halus kelihatan. Olehnya mereka perlu lapisan aktif yang super
melembabkan.
o Rutin mencuci wajah dapat menghilangkan minyak
berlebih pada kulit. Ini harus
diubah yaa, jika wajah kamu berminyak sekalipun, cuci wajah tetap hanya boleh
maksimal 2 kali sehari, jika kering maka 1 kali sehari sudah cukup.
Usahakan pakai pembersih wajah yang minim deterjen dan sifatnya lembut.
o Menghindari pelembab karena takut kulit makin
berminyak. Semua jenis kulit
butuh pelembab ya, tanpa terkecuali. Pelembab yang tepat dapat membuat kulit
terlihat sehat. Ini sama juga kesalahpahaman tentang menghindari minyak pada
kulit berminyak, sebenarnya aman kok, kalian hanya perlu mencari minyak yang
dapat menormalisasi produksi minyak di wajah juga seperti minyak grapeseed,
jojoba, dan rosehip (masih banyak ya sebenarnya).
o Keliru memilih bahan aktif. Ini sama juga dengan ikutan tren, semua
bahan aktif dipakai karena lagi viral. Misal retinoic acid, tidak
semua kuat dengan kandungan ini, bahkan retinol yang memiliki kadar paling
rendah juga bisa saja tidak kuat. Sangat penting untuk paham akan kebutuhan dan
jenis kulit. Lalu vitamin c, ada juga yang tidak cocok dengan
kandungan ini. Tidak ada yang salah dengan bahan aktifnya, kulitnya saja yang
tidak “kuat”, jadinya kulit tidak menunjukkan hasil yang seharusnya ingin
dicapai. Tugas kalian adalah mencari alternatif dari bahan aktif tersebut.
Seperti retinoid acid dapat digantikan dengan azelaic
acid/azeloglicina/azeclair, untuk vitamin c (ascorbic acid)
bisa diganti dengan turunan vitamin c lainnya seperti ethyl ascorbic
acid (ada penelitian yang menunjukkan bahwa ini lebih efektif
dibanding turunan vitamin c lainnya), niacinamide, arbutin, peptida, azelaic
acid bahkan retinoid acid.
o Keliru dalam menggunakan bahan aktif. Sebenarnya vitamin c dan niacinamide bisa
digunakan berbarengan yaa, selama pH-nya sama. Jika ingin digunakan bersama,
maka jangan beli Ascorbic Acid murni tapi cari turunannya,
turunannya ada yang dapat aktif pada pH 4.5–5, dan niacinamide itu
juga amannya berada pada pH 4.7–6. Jika pH-nya mirip maka potensi untuk iritasi
akan rendah atau bahkan tidak ada. Lalu retinoic acid dan AHA,
usahakan tidak pakai kedua produk ini dalam keadaan kulit sedang basah atau
lembab yah—karena akan lebih aktif aka iritatif (lebih
gatal/cekit-cekit). Jika ada AHA dalam sabun maka, basuh tangan dengan air
sedikit saja, tuangkan sabun, gosok melingkar di tangan hingga merata, lalu
usap melingkar juga pada kulit wajah dan leher yang masih kering yaa. Biarkan
beberapa detik, lalu bilas. Sedangkan untuk penggunaan retinoid, untuk
mengurangi efek “purging”nya maka upayakan untuk menerapkan pola sandwich yaa
(pakai pelembab dulu tipis-tipis, retinoid, lalu pelembab lagi tipis-tipis).
o Tidak melindungi setelah memakai produk
pencerah. Ingat, sunscreen itu
penting ya, dan opsi lainnya adalah gunakan pakaian yang dapat melindungi kulit
dari paparan sinar matahari khususnya di area yang menggunakan produk pencerah.
B. Banyak kulit mati
yang menumpuk
o Percayalah kulit mati yang menumpuk akan
membuat semua skincare kalian hampir sia-sia. Sebab kandungan
aktifnya terhalang oleh sel-sel kulit mati, maka hasilnya akan lama dan bahkan
bukan kinclong tapi bisa saja makin kusam.
o Jika kulit kamu sangat kusam, kasar, bernoda,
maka hal pertama yang sebaiknya kalian lakukan adalah eksfoliasi. Baik secara
kimia (dengan AHA atau TCA) atau secara fisik (skrub). Jika kalian tidak kuat
dengan AHA atau TCA, maka coba beli produk skrub. Untuk wajah saya
rekomendasikan dari the Body Sh** yang microdermabration vitamin
c. Saya saat tidak ingin menggunakan toner eksfoliasi, tapi kulitnya
sudah kusam, yang saya pakai adalah produk tersebut. Digosok dalam keadaan
wajah agak lembab atau saat saya pakai cleansing balm—jadi setelah saya
usap-usap melingkar dengan cleansing balm, lalu saya lanjut (tanpa bilas)
mengusapkan seukuran kacang tanah hingga kacang mete ke kulit saya lalu digosok
ke berbagai arah pelan-pelan-lalu bilas. Besok paginya kulit saya
sudah segar kembali😁 walau kadang agak
merah sedikit.
o Eksfoliasi bisa tidak diperlukan jika kulit
kalian masih muda yaa, karena kulit tentunya masih beregenerasi secara normal
setiap 28 hari. Produk yang bersifat eksfolian juga tidak perlu harus
eksfoliasi kulit dahulu, cuma memang hasilnya akan lebih cepat jika kulitnya
adalah kulit baru.
C. Jarang double
cleansing atau bahkan deep cleansing.
Jika kulit mati,
kotoran dan minyak tertumpuk akan menyulitkan proses penyerapan bahan aktif
pada kulit—jadi hasilnya akan lama yaa, bisa jadi bahan-bahan tersebut hanya
menempel diatas permukaan kulit. Olehnya perlu proses pembersihan yang benar.
o Caranya dengan double cleansing, bisa
menggunakan micellar water lalu gunakan sabun.
o Sering melihat komedo (putih dan hitam)
bahkan sebaceous filament di kulit (yang mirip komedo hitam
tapi tidak menonjol)?? Itu tandanya pembersihan kulitmu kurang mantap yaa. Kamu
butuh deep cleansing, yaitu membersihkan kulit dengan bahan
berbasis minyak entah yang bentuknya balm atau minyak. Caranya
ambil produk sedikit saja, usapkan ke telapak tangan dan jari-jari lalu gosok-gosok
hingga terasa hangat, lalu usap melingkar di area berminyak dan berkomedo atau
berpori-pori besar. Pijat kurang lebih 30 detik per area. Jika kulit kamu
kering, maka lakukan deep cleansing 2–3 kali saja seminggu.
Jika berminyak, maka lakukan deep cleansing setiap hari
menggantikan proses double cleansing berbasis air (micellar
water), 1 kali saja perhari.
o Oh pada tulisan saya yang lain, saya selalu
menyatakan kalau double cleansing yang saya gunakan itu cleansing
balm kan? hehe saya sudah lama tidak menggunakan micellar
water, lebih suka menggunakan cleansing balm karena
hasilnya lebih bersih. Sekali dayung dua tiga pulau terlampaui kan.
D. Terlalu sering
terpapar asap rokok dan sinar ultraviolet
Nah kalau ini sudah banyak penelitiannya ya, baik yang merokok atau yang terpapar asap rokoknya saja, kulitnya pasti kusam dan tidak segar.
Saya setiap ada yang merokok,
langsung menjauh sambil nyerocos “ihh ada bau rokok”. Apalagi lihat puntung rokok yang dibuang masih menyala,
saya injak sekeras-kerasnya.
Sering terpapar asap rokok, panas dan sinar Ultraviolet dapat meningkatkan stress oksidatif ya.
Stres oksidatif merupakan ketidakseimbangan antara radikal bebas (pro oksidan) dan antioksidan yang dipicu oleh dua kondisi umum yaitu kurangnya antioksidan dan kelebihan produksi radikal bebas (Rush et al., 2005).
E. Metabolisme yang
terganggu (diet yang tidak baik dan pola tidur yang buruk))
Jika ingin kulit
sehat, terpancar cahaya alami, dan terlihat merona, maka kurangi konsumsi gula
yaa. Makan manis-manis boleh, tapi jangan berlebihan. Lalu untuk pola tidur,
usahakan minimal 6 jam. Terkadang memang ada pekerjaan yang membuat kita harus
terjaga ya, tapi usahakan penuhi minimal waktu tersebut. Agar metabolisme tubuh
bekerja dengan baik, jika peredaran darah lancar berarti sel-sel kulit akan
dapat bekerja dengan baik juga. Nutrisinya terdistribusi merata.
Saya pernah juga
karena sibuk bekerja dan mengurus hal-hal diluar diri saya, jadinya kurang
nutrisi. Perawatan kulit tetap rutin padahal, tapi kulit tidak terlihat sehat,
kering, gatal-gatal, warnanya abu-abu kekuningan. Saat sadar kekurangan
nutrisi, baru saya perbaiki lagi polanya. Saya perbanyak minum air,
mengkonsumsi rutin vitamin becom-c, minyak ikan, zat besi dan perbaiki pola
tidur. Alhamdulillah membaik kembali dalam kurun waktu 1 minggu.
Jadi penyebab wajah
tetap kusam walau sudah perawatan lengkap dan rutin itu pasti ada yang
“keliru”nya. Coba telusuri dulu yaa..dan perbaiki kembali.
.jpg)
Komentar
Posting Komentar