Cara Tetap Tenang Dalam Menghadapi Masalah

Memiliki ketenangan berarti mampu bersikap tenang, berwibawa, dan elegan saat bersosialisasi. Agar bisa menjadi pribadi yang tenang, Anda harus meningkatkan kepercayaan diri, menjadi teman bicara yang menyenangkan, dan mampu mengendalikan diri dalam situasi yang sulit. Cara yang bisa kita lakukan agar terlihat tetap tenang meskipun sedang dalam kondisi yang kurang menenangkan sebagai berikut,


Pertama, pahami konsep Dikotomi Kendali (saya ambil ini dari Stoicism.) Dikotomi Kendali adalah konsep yang mengajarkan bahwa di dunia ini, secara umum, kejadian / hal yang menimpa kita itu bisa dibagi menjadi dua kelompok :

·    Hal yang berada di dalam kendali kita, yang paling mendasar tentunya adalah pola pikir kita, opini kita, sikap, dan perilaku kita, usaha dan kerja kerasa kita, dan bagaimana kita mau memaknai dan merespon kejadian yang menimpa kita.

·    Hal yang berada di luar kendali kita, yang paling mudah tentunya adalah kejadian itu sendiri, seringkali kejadian yang menimpa kita itu berada di luar kendali kita, yang tentunya berkaitan erat dengan orang lain (pola pikir, sudut pandang, opini, sikap, dan perilaku orang lain), dan kejadian yang sifatnya alamiah (cuaca, bencana alam, umur seseorang), juga seperti kemacetan di jalan, jadwal yang tiba-tiba berubah, kuis mendadak, perekonimian negara, dan lain sebagainya.

·    Coba aplikasikan konsep Dikotomi Kendali ini dalam setiap masalah yang datang, lalu analisis, mana yang bisa dikontrol dan mana yang tidak bisa. Yang perlu dipahami adalah, akan lebih baik jika kita fokus pada hal yang bisa kita kontrol, dan melepaskan / mengikhlaskan, dan menerima hal yang berada di luar kontrol kita. Maka dari itu, jika suatu ketika terjadi hal yang di luar kontrol kita, kita akan bisa tetap tenang karena kita tahu bahwa hal itu di luar kontrol kita, akan timbul pola pikir seperti : untuk apa kita marah / cemas / panik terhadap hal yang sudah jelas tidak bisa kita atur.

 

Kedua, Pahami cara kerja pikiran (saya ambil ini dari akun Youtube Dandapani.) Di dalam benak kita, terdapat dua istilah yang sering kali kurang dipahami oleh orang banyak :

·    Pikiran : Bayangkan pikiran sebagai suatu ruang yang sangat luas. Di dalam ruang luas tersebut terdapat semua aspek-aspek kehidupan kita, yang terletak di area-area yang berbeda di dalam ruang tersebut. Ada area yang berisi orang tua kita, ada area yang berisi teman-teman kita, ada area yang berisi orang-orang lain yang kita kenal, juga makanan yang kita makan, berita di sosial media, kegiatan kita sehari-hari, ujian sekolah, barang yang kita miliki, kejadian di masa lalu, proyeksi kita ke masa depan, perasaan / emosi kita, dan lain sebagainya.

·   Kesadaran : Bayangkan kesadaran sebagai suatu bola bercahaya yang berwarna putih. Kita memiliki kemampuan untuk menggerakan bola cahaya tersebut ke berbagai area-area yang berada di dalam ruang (pikiran) kita. Ketika kita sedang memikirkan salah seorang teman kita, yang terjadi adalah kita menggerakan bola cahaya itu mengunjungi area di dalam pikiran kita yang berisi teman kita. Ketika kita sedang memikirkan suatu berita yang kita baca di sosial media, yang terjadi adalah kita menggerakan bola cahaya itu mengunjungi area di dalam pikiran kita yang berisi berita tersebut. Ketika kita sedang memikirkan masa lalu kita, yang terjadi adalah bola cahaya itu kita gerakan menuju area yang berisi masa lalu kita di dalam benak kita. Dan ketika kita sedang memikirkan masalah yang ada di depan mata kita, bola cahaya itu bergerak sama seperti itu.

Ketiga, Belajar Mindfullness dan Meditasi. Supaya kita bisa being mindfull, kita perlu belajar untuk bisa being present / fokus dengan hal yang ada di depan mata kita. Maka, kita perlu belajar untuk bisa fokus / berkonsentrasi.

·   Konsentrasi merupakan kemampuan untuk memberikan perhatian penuh kepada suatu hal dalam satu kurun waktu tertentu. Cara untuk melatih konsentrasi adalah dengan mencoba melakukan hal satu persatu dengan perhatian penuh yang bisa kita berikan. Jika kita sedang mengerjakan PR, berikan perhatian penuh untuk mengerjakan PR tersebut. Jika kita sedang berbicara dengan teman kita, berikan perhatian penuh kepada teman kita tersebut. Jika kita sedang membaca buku, berikan perhatian penuh kepada buku tersebut.

·    Belajar dan berlatih Meditasi. Meditasi merupakan sepaket kegiatan yang digunakan untuk membuat kita lebih mudah untuk being present / mindfull. Tidak perlu yang ribet kok, di internet banyak sumber untuk belajar sebenarnya, tapi yang termudah menurut saya adalah, cukup sediakan waktu untuk duduk bersila, lalu pejamkan mata, lalu rasakan ketika kamu menghirup dan menghembuskan nafasmu. Ketika menghirup nafas, hitung satu, ketika menghembuskan nafas, hitung dua, coba hitung aja terus hingga mencapai hitungan ke-tujuh (bebas berapa sebenarnya), lalu diulang lagi dari satu. Seraya kamu mencoba meditasi, akan muncul berbagai macam pikiran-pikiran secara acak, entah pikiran mengenai hal yang sudah terjadi di masa lalu, atau hal yang belum terjadi di masa mendatang, bisa juga imajinasi kamu. Kamu cukup fokus ke nafas, dan mengamati pikiran yang muncul, namun usahakan untuk tidak terbawa oleh mereka. Jika terbawa, sadari dan tarik fokusmu kembali ke hitungan nafasmu. Ibarat awan yang di langit yang selalu datang silih berganti, akan ada awan berwarna putih, kadang abu-abu, kadang membawa gerimis, hujan badai, ada pelangi juga, namun pahami bahwa kamu adalah langitnya. Jangan sampai terbawa oleh awan-awan tersebut.

Jika sudah memahami hal-hal di atas, semestinya kemampuan untuk tetap tenang dalam menghadapi berbagai masalah akan dapat dicapai.

· Tujuan belajar berkonsentrasi adalah untuk mempermudah kita dalam melakukan meditasi.

·  Tujuan meditasi adalah untuk meningkatkan kemampuan untuk being mindfull, supaya kita bisa lebih menggunakan (meningkatkan) kesadaran kita.

· Tujuan meningkatkan kesadaran kita, adalah supaya kita bisa berpikir lebih jernih dan tidak larut dalam segala emosi-emosi yang muncul di hati kita.

·  Tujuan dari belajar Dikotomi Kendali adalah supaya jika kita sudah bisa berpikir dengan jernih, kita akan bisa mengambil keputusan dengan lebih baik berdasarkan logika dan penalaran / rasionalitas kita.

Saya berharap kamu belajar lagi dari berbagai sumber ya. Tidak sesulit itu untuk belajar supaya bisa tetap tenang kok. Kalau bisa nanti sekalian berlajar tentang pengelolaan emosi. Semangat belajar! :)

 

 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menghadapi Rasa Bosan: Ide-ide Kreatif untuk Mengisi Waktu Luang di Rumah

Memulai Karir sebagai Freelancer: Apa yang Perlu Kamu Ketahui

10 Tips Produktivitas untuk Milenial di Tahun 2024