Cara Berhenti Malas dan Memotivasi Diri Agar Lebih Bersemangat Menjalaninya

 

Terkadang, hidup itu seperti roda yang berputar. Ada kalanya bisa di atas ataupun di bawah. Ketika sedang di atas, jangan lupa untuk selalu bersyukur. Namun saat berada di bawah, tetap semangat dan yakin kalau kamu bisa keluar dari kesulitan ini.

Berikut beberapa cara yang kamu bisa lakukan untuk memotivasi diri agar kamu lebih semangat untuk beraktifitas.

 

1.     Pahami bahwa kesulitan dalam mengatasi rasa malas dalam melakukan suatu hal itu wajar, karena tubuh kita didesain untuk membuat kita survive, bukan untuk membuat kita suskes. Itu lah kenapa kita akan selalu cenderung kembali ke hal-hal yg udah familiar bagi diri kita, terutama yang membuat kita nyaman. Jadi wajar saja kalau terasa sulit. Tapi kalau kita mau mendapatkan hasil yang optimal, tentu kita harus mau memberikan usaha yang optimal juga.


2.      Life begins at the end of your comfort zone. Pahami bahwa ketidaknyamanan merupakan bagian dari hidup ini dan tidak dapat dihindari. Namun maksudnya bukan berarti hidup itu selalu menderita. Tapi maknanya adalah kalau mau mendapatkan hasil, kita harus melakukan usahaDalam usaha pasti ada akan ketidaknyamanan / penderitaan.
Contoh sederhana adalah ketika ada seseorang yang mau memiliki badan yang kekar, lalu dia memutuskan untuk nge-gym. Nge-gym itu kan melelahkan, perlu usaha, menyediakan waktu, perlu komitmen, disiplin, lalu mengatur pola makan dan lain sebagainya. Tapi di balik semua usaha yang membuat dia menderita terdapat the prize, ada "hadiah" berupa hasil yang dia dapatkan.


3.      Listen to your inner voice. Tiap orang punya yang namanya hati nurani. Di dalam hati nuarni tersebut terdapat suara terdalam kita yang bisa digunakan sebagai parameter dalam mengambil keputusan. Setiap kita mau mengambil keputusan, seringkali ada perdebatan dulu di benak kita. Coba belajar mengenali dan mengikuti inner voice di dalam diri kita.

Contoh sederhana : misalnya suatu ketika kita perlu mengerjakan tugas sekolah, lalu, muncul pikiran yang bertentangan di benak kita, yaitu antara bermalas-malasan dan mau nunda, dengan mau mengerjakan sekarang. Biasanya kita akan milih suara yg lebih mengenakkan bagi kondisi kita sekarang, yaitu dalam contoh ini adalah bermalas-malasan, kaya "yaudalah ntar aja kerjainnya, masih keburu kok", padahal di hati kecil kita ada suara lain yaitu "ayo kerja, jangan malas, ga baik ditunda, toh cuma makin numpuk aja." Namun biasanya suara yang positif di hati kecil kita itu seringkali terabaikan dibandingkan dengan suara yang negatif, karena kita cenderung menghindari penderitaan (nugas kan melelahkan, jauh lebih enak untuk scrolling sosmed sambil rebahan.)

Namun, justru suara kecil yg menentang itulah yg biasanya perlu utk kita dengarkan tapi seringkali terabaikan. Semakin sering seseorang mengabaikan suara hatinya, semakin sering dia akan mengambil keputusan yang sebenarnya merugikannya di masa mendatang. Jadi mesti coba menggali ke dalam diri dan berdialog dengan diri sendiri, dan memilih keputusan yang kita tau tepat meskipun memberikan kita ketidaknyamanan (berdasarkan tujuan kamu.)


4.      Disiplin akan mengalahkan motivasi. Jujur terkadang aku kurang percaya dengan motivasi. Motivasi akan datang dan pergi. Sama seperti perasaan dan mood kita. Terkadang kita bersemangat, terkadang lesu, dan keduanya akan datang silih berganti. Justru di sini yang diuji adalah kemampuan kamu untuk tetap melakukan hal yang kamu tau wajib kamu lakukan meskipun hal tersebut membuatmu merasa tidak nyaman. Inilah yg disebut dengan disiplin. Karena hidup bukan melulu melakukan hal yg kita sukai, namun juga tentang melakukan hal yang wajib kita lakukan.


Nah itulah beberapa cara atau hal yang bisa kamu terapkan jika kamu merasa kamu sedang menghadapi kesulitan dalam hidup ataupun kamu berat akan menghadapi sesautu hal baru semoga hal ini bisa membuat dirimu lebih produktif dan semangat dalam menjalani segala lika-liku kehidupan ini.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menghadapi Rasa Bosan: Ide-ide Kreatif untuk Mengisi Waktu Luang di Rumah

Memulai Karir sebagai Freelancer: Apa yang Perlu Kamu Ketahui

10 Tips Produktivitas untuk Milenial di Tahun 2024